Julia Putri Noor : Aku Puas Hari Ini, Mungkin Esok Aku Berubah, Begitupun Ketika Satu Tantangan Datang Lagi
2010-04-27 11:07:16
Inilah Julia Putri Noor, perempuan di April ini yang akan menjadi tamu khusus yang diwawancarai oleh VisitJakartaCity.com. Perempuan yang penuh aktivitas dan semangat ini lahir 28 juli 1974, ia adalah pendidik untuk sejumlah remaja, dan juga seorang yang berkecimpung dalam dunia wisata juga sebuah event organizer.
Selain sibuk dengan kegiatan sebagai trainer disejumlah pelatihan dan pengembangan Nasional Jakarta, ia menjadi Guru Honorer di SMA Plus Cibinong Bogor. Inilah sarjana ekonomi yang juga pernah mengenyam pedidika kesekretarisan di Kota Makasar ini menjadikan Jakarta bagia hidupnya dan Jakarta adalah baginya kota modern yang takakan mati. Berikut kutipan wawancara VisitJakartaCity.com dengannya secara secara lengkap bicara soal tokoh dan tentang Jakarta Sendiri.
Tolong ceritakan Anda secara pribadi dalam menjalani hidup?
Dalam menjalani hidup, mungkin sedikit berbeda aku lima tahun lalu dengan aku kini, pada lima tahun lalu, saat aku bersama suamiku aku lebih banyak bekerja seperti umumnya ibu bekerja, pergi dan pulang dengan waktunya dan membuka bisnis dengan bantuan suami. Setelah aku sendiri dan mandiri semuanya sangat bervariasi kehidupan baru dimulai setelah aku melihatnya dari kacamata kesendirian, dimana aku sendiri dengan keadaan aku adalah seorang ibu dari 3 orang anak yang sudah ditingkat sekolah dasar, sebagai seorang perepunan bekerja, yang mempunyai tanggung jawab penuh kepada anak-anakku, dimana aku masih harus terus belajar, aku selalu bertemu dengan suatu yang buatku belajar hingga aku menemukan satu pengalaman dan pemahaman yang melengkapi diriku dalam proses kehidupan, sendiri tidak berati aku tidak terbatas, saat aku bersama dengan suami, semua aku pertanggung jawabkan dengan cara seorang istri kepada suami, saat sekarang aku sendiri aku pun harus ”membatasi” diri sebab sisi lain yang nyata dalam diriku selain seorang perempuan belajar dan bekerja aku adalah ibu anak-anaku (mereka). Bekerja, belajar dan aku mengajar, mengajar bukan karena aku guru saja namun aku mendidik, dengan menukarkan paham yang masuk dan aku keluarkan secara ilmu kepada mereka maka disanalah aku menemukan satu value yang lebih besar dari sekedar mengejar ilmu saja, atau mengejar materi saja.
Bagaimana pilihan waktu dalam proses kehidupan dalam parameter bisnis/ aktivitas Anda saatini?
Pilihan waktu, bisnis saat aku bersama suami semua bisa aku buat yang daily activity, kembali lagi aku menjelaskan perbedaaannya saat berkeluarga dan sendiri. Berbisnis saat aku masih berstatus istri itu akan selalu mampu aku handling bersama suamiku dan aku sebagai pendiri dan pengelola menjalankan bisnis bersamanya, bagiku modal suamiku cukup buatku belajar dalam sebuah bisnis, berbisnis disaat aku sendiri aku jadikan satu lahan baru yang mungkin belum pernah aku alami sebelumnya, saat sendiri aku merintis bisnis dimana semua bisa di kolaborasikan dengan pekerjaan kantor dan visi misi aku pribadi sebagai pendidik dan human care, dengan menyatukan visi dan misi untuk tujuan bersama maka kini aku menjalani bisnis pendidikan dan pelatihan bersama rekan yang “percaya “ start dari trust dan visi misi yang sama.Waktu akan selalu disesuaikan dengan pekerjaan kantor , sebagai staff aku juga masih terikat jam kerja dalam pengawasan pimpinan, maka aku selalu berusaha pekerjaanku akan tidak begitu banyak memotong jam kerja. Sabtu aku gunakan separuh hari untuk mendidik muridku, selebihnya aku dan kawanku hingga minggu aku bisa memanfaatkan penuh dengan anak anakku, jam kerja yang hadir dikantor tidak terlalu pagi memungkinkan aku masih melihat anak anakku berangkat sekolah dan masih mengatur keperluan yang berhubungan dengan anak anak dan rumah sebelum aku mengejar perjalanan yang padat dibu kota. Sebagai seorang perempuan yang dinamis dan paham Inti dalam hidup bagaimana mengatur jadwal dengan ritme kesibukan.
Bagaimana semua prosesnya awal, jika bersosialisasi dengan sejumlah kalangan itengah kesibukan Anda ini?
Proses awal bersosialisasi, biasanya aku lebih respect bila dimulai dari referensi teman, kolega kerja dan link nya, namun sekalipun ada yang aku kenal dari dunia informasi internet, semua itu akan aku seleksi dari bagaimana dia berbicara dan berkomunisi awalnya, sebab dalam dunia yang hanya menggunakan kepercayaan kata kata kita harus berhati hati disini aku menempatkan aku perempuan yang penuh keterbatasan namun akupun harus berinteraksi dengan mereka dan bagaimana caranya aku tetap harus menjaga komunkasi yang sopan agar aku menemukan lawan bicara yang sama.
Siapa inpirasi anda selama ini?
Inspirasi, Kartini mungkin awalnya. Aku memang belajar mengerti seorang prempuan jawa, dengan keterbatasan namun mampu berbuat banyak untuk orang banyak namun untuk dirinya dia tidak mampu mendapat apa yang di impikan. Dari sana aku belajar satu sisi yang kosong bagaimana aku membawa kediriku aku berusaha belajar untuk mengisi dua sisi untukku dan untuk orang banyak, dan aku mendidik bukan karena aku guru, namun aku mau mereka lebih baik dari yang sudah ada. Aku hanya mencoba mengarahkan sesuai dengan apa yang seharusnya.
Tipe kerja atau gaya apa yang Anda suka dalam gaya hidup bisnis?
Tipe kerja yang dinamis, creative, dan selalu berinteraksi dengan other people. Human relation itu adalah satu jalan menambah kekayaan dan belajar dari pengalaman orang orang yang kita temui.
Bisa digambarkan pastinya?
Hmmmm yang menarik dari perjalanan hidupku adalah ketika aku diatas dan ketika aku tiba tiba harus start from minus, semuanya banyak memperkaya diriku dari sisi berbeda. Dan dengan menjalani dua kehidupan yang berbeda dulu dan sekarang aku jadi bersiap diri bagaimana nanti aku kelak akan jalani kehidupan pasca all happend .
Sudah puas?
Hmmm kepuasan itu belum ada, dan tidak akan ada selama manusia masih punya keinginan. Aku puas hari ini, mungkin esok aku akan berubah ketika ada satu tantangan dengan satu yang lebih akan menantang kreativitasku dan kebebasan yang terarah, tiap hari aku pergi aku harus pulang dengan satu hal yang mengisi pemahamanku.
Adakah tokoh impian yang Anda idamkan dalam hidup?
Tokoh impian adalah “seorang bapak / pria yang bijaksana dan menjadi pemimpin diriku, keluarga dan dia adalah public figure juga pekerja keras yang mampu menempatkan diri dan menjaga kepercayaan tanpa kehilangan simpatik dari temen temen dekatnya dan menghargai perempuan (istri) dan keluarganya. Siapa dia aku belum tahu kalaupun ada paling hanya frame yang aku baca .
Anda lebih suka disebut sebagai apa ? Maksudnya dalam diri Anda, bisnis women saja atau perempuan dinamis?
Kalo aku disebut orang , aku lebih suka perempuan yang dinamis saja, karena aku bukan pebisnis, bukan juga hanya wanita karir.
Paham Jakarta kan. Nah apa yang harus dilakukan agar Jakarta menjadi Destination Dunia? Apakah Anda punya konsep?
Destination dunia, aku pikir bisa, dan harus dimulai seperti awalnya, dan ini bukan mimpi karena Jakarta adlaah barometer Budaya dan tata krama yang sudah menjadi icon, namun kini luntur karena modernisasi inilah kehidupan. Keramahtamahan dan budaya yang beragam hingga pariwisata aku rasa jika peremerintah sadar ke sederhanaan itu menjadi kebanggaan harusnya dipelihara kealamiannya tanpa menjadi kampungan, dan berkembang modern tanpa kehilangan keasliannya harusnya para ilmuwan dan yang terkait mampu memikirkan cara agar keaslian kita tidak hilang hanya karena bangsa ini ingin maju. Sampai detik ini mereka diluar negeri masih belum begitu mengenal Negeri kita, dari sisi keindahannya padahal itu adalah Heritage. Yang terkenal justru huru hara dan problem yang selalu dikumandangkan pemberitaan hingga ke manca negara, kasian kan kita, negeri yang cantik dan kaya yang kehilangan keaslian dan jati diri karena modernisasi yang mengusurnya?
Semoga tidak ya..! (am/vjc) foto dok:Julia
|