NEWS
2015 PAM Akan Dinikmati Warga Jakarta
2010-01-21 02:41:19

Upaya pemenuhan air bersih bagi penduduk Jakarta terus dilakukan Pemprov DKI melalui Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Jaya. Saat ini, Pemprov DKI sendiri telah memenuhi kebutuhan air bersih bagi penduduk sebesar 62 persen, dan ditargetkan pada tahun 2015 nanti sekitar 80 persen penduduk Jakarta telah menikmati aliran PAM tersebut.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengatakan, untuk meningkatkan kualitas produksi air bersih itu, Pemprov DKI meminta dukungan dari berbagai pihak, karena pemenuhan kebutuhan infrastruktur bagi masyarakat tidak mungkin sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah.

"Untuk dapat mencapai target sebesar 80 persen, tentu kita perlu lakukan peningkatan di berbagai bidang yang berkaitan dengan pemenuhan air bersih itu sendiri," ujarnya dalam seminar Kebijakan Pembiayaan Infrastruktur PAM 2010-2014 di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Rabu (20/1).

Gubernur menambahkan, target itu merupakan tantangan yang besar, namun bukan tidak mungkin untuk dicapai. Karenanya, dalam jangka waktu itu akan digunakan oleh Pemprov DKI Jakarta dengan sebaik-baiknya untuk pencapaian target pemenuhan kebutuhan air bersih bagi penduduk Jakarta.

"Masih ada jangka waktu yang panjang untuk mencapai target. Saya tidak pesimis dan ajakan saya semuanya harus bekerja keras untuk mencapainya," harapnya.

Untuk Tahun 2010 ini, pihaknya juga berharap terjadi peningkatan pemenuhan air bersih di Jakarta dari 62 persen menjadi 63 persen.
"Kelihatannya peningkatan satu persen itu kecil, tapi sebenarnya jumlah cakupan orangnya sangat banyak. Tapi kita tetap optimis bisa mencapai target sebesar 80 persen pada tahun 2015 mendatang," ungkapnya.

Salah satu fokus yang ingin dicapainya, yaitu adanya peningkatan kualitas produksi air bersih, karena masih banyak masyarakat yang mengeluhkan kondisi air yang diterima kualitasnya kurang bagus. Kemudian upaya meminimalisir kehilangan air akibat pipa bocor maupun pencurian air oleh masyarakat.

Gubernur menilai, kualitas air yang semakin buruk terjadi akibat dari pencemaran air kali karena makin banyak pabrik dan pemukiman di bantaran kali. Sehingga proses penjernihan semakin sulit dan produksi air menjadi semakin mahal. "Salah satu kendala kita karena air kali yang dilakukan penjernihan sudah tercemar sehinnga prosesnya menjadi semakin sulit dan biayanya juga mahal," tukasnya.(VJC/Beritajakarta.com

Share |


rengganis

Flash News
djwirya
blueberd
Figure
 
copyright©2007.visitjakartacity.com